Ramadhan Grow Up : Strategi Manajemen time untuk sipaling sibuk

Waktu berjalan begitu cepat, bulan suci Ramadhan sudah di depan mata, tinggal menghitung hari lagi untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan dengan segala kemuliaan yang ada di dalamnya. Bagi seorang muslim yang visioner, Ramadhan menjadi momen yang sangat berharga untuk Grow Up – tumbuh lebih baik cari panggilanmu. Di tahun 1447 H ini, dengan banyaknya kesibukan yang tak ada habisnya, tantangan kita bukan lagi soal “puasanya full atau tidak”, akan tetapi “bagaimana puasa ini dikonversi untuk menaikan kapasitas kepemimpinan, kesabaran dan iman kita”. 

Filosofi Grow Up : Meningkatkan Kualitas Iman

Dalam terminologi Islam, pertumbuhan diri sering dikaitkan dengan meningkatnya kualitas Taqwa. Menjadi dewasa secara spiritual berarti mampu mengendalikan ego dan nafsu di bawah tekanan pekerjaan yang tinggi. Allah ﷻ  berfirman dalam QS. Al Baqarah : 

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

“Wahai orang-orang yang beriman, Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183).

Dalam kalimat “agar kamu bertakwa” pada penghujung ayat diatas adalah target pertumbuhan (growth target). Taqwa adalah sistem navigasi internal yang membuat kita tetap berintegritas saat tidak ada atasan yang melihat, tetap tenang saat dikejar deadline, dan tetap empati meski perut sedang lapar. Inilah esensi Grow Up yang sesungguhnya.

Pre – Ramadhan Growth Mindset

Perjalanan menuju pertempuran itu harus melalui persiapan yang matang. Untuk kalian “sipaling sibuk”, persiapan harus dilakukan secara sistematis dan terstruktur : 

  • Kerjakan yang penting dan ringan terlebih dahulu : Cobalah untuk memilah serta memilih pekerjaan untuk bisa diselesaikan cepat sebelum ramadhan tiba. Jika pekerjaan itu justru datang saat ramadhan, maka gunakan waktumu sebaik mungkin untuk menyelesaikannya, jangan sampai biarkan bornout pekerjaan menghambat pertumbuhan Imanmu. 
  • Berlatih mengendalikan hawa nafsu dengan (Shaum Sunnah) : Rasulullah ﷺ sangat sering berpuasa di bulan Sya’ban. Ini adalah latihan manajemen energi agar saat Ramadhan tiba, tubuh dan otakmu sudah beradaptasi dengan kondisi defisit kalori namun tetap tinggi produktivitas. 
  • Perbaiki niat dan tinggalkan yang tidak bermanfaat : Tuliskan tiga aspek dimana kamu ingin tumbuh di tahun ini ?. Apakah manajemen emosi ? manajemen waktu ? atau pemahaman Qur’an ?. Kemudian tinggalkan sesuatu hal yang tidak bermanfaat bagimu. Karena Rasulullah ﷺ bersabda : 

مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ

“Diantara tanda kebagikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat” (HR. Tirmidzi & Ibnu Majah)

Strategi Manajemen Waktu : Kerja cerdas, meningkatkan kualitas ibadah 

Waktu adalah aset yang tidak bisa diperbarui. Bagi kalian sipailing sibuk, manajemen waktu di bulan Ramadhan adalah bentuk jihad kontemporer. Manfaatkan waktu terbaikmu dipagi hari. Rasulullah ﷺ mendoakan umatnya dipagi hari : 

اللَّهُمَّ بَارِكْ لأُمَّتِى فِى بُكُورِهَا

“Ya Allah, berkahilah umatku diwaktu paginya” (HR. Abu Dawud). 

Gunakan waktu subuhmu untuk melakukan aktifitas beribadah lainya seperti berdzikir, membaca Al Qur’an, dan lain sebaginya sampai dengan matahari terbit. Kemudian setelah itu lakukanlah aktifitas untuk menyelesaikan tugas duniamu. Karena pagi hari adalah waktu yang paling efektif untuk melaksanakan aktifitas high value karena membutuhkan konsentrasi yang cukup tinggi, disaat dunia masih tenang dan keberkahan mengalir, selesaikan pekerjaan sulitmu. Jangan sampai gunakan waktu emas ini untuk tidur kembali dan bermain sesuatu hal yang kurang bermanfaat. 

Kita juga perlu untuk memisahkan antara aktifitas dunia dan akhirat, jangan sampai membiarkan ibadah dan pekerjaan tumpang tindih kemudian menimbulkan kekacauan. Sisihkan waktu setiap 30 menit setelah sholat untuk me recharge Iman dengan membaca Al Qur’an dan berdzikir. Hal ini berguna sekali untuk me reset stres kerjamu. 

Pakailah waktu terbaik dalam mengerjakan tugas paling beratmu, waktu ini biasanya kisaran jam 07.00 – 10.00 WIB. Jangan sampai ada hal apapun yang mengganggumu untuk menyelesaikan pekerjaanmu. Aku pribadi dulu sering sekali mematikan notifikasi handphone atau bahkan menjauhkannya dariku agar pekerjaanku cepat selesai. 

Istirahatlah sebagai bentuk reset energimu kembali. Tidur siang contohnya, qoilullah istilah tidur siang yang sering kita dengan dalam Islam. Rasulullah ﷺ bersabda : 

“Tidurlah siang (qoilullah), karena setan tidak mengambil tidur siang”. (HR. Au Nu’aim)

Tidur siang minimal sekitar 15-20 menit akan mengembalikan kembali fokusmu di sore hari saat melaksanakan ibadah dan menjelang berbuka puasa. 

“Grow Up” dalam karakter dan profesionalisme

Ramadhan adalah waktu terbaik untuk memperbaiki soft skills. Yang biasanya kamu mudah marah saat dikritik atau tidak sabar menghadapi pekerjaan, inilah saatnya naik kelas. Jujur kadang aku juga sering marah karena beberapa hal, hanya karena teringan”aku sedang puasa” itulah sebagai perisai. Rasulullah ﷺ mengajarkan, jika ada hal yang membuatmu marah dan mengajarmu bertengkar, katakanlah “Inni Shoimun” (Sesungguhnya aku sedang berpuasa). Ini adalah latihan kecerdasan emosional tingat tinggi menurutku. 

Dalam bekerjapun kita harus meningkatkan integritas (Ihsan), bekerja dengan kesadaran penuh bahwa Allah mengawasimu setiap saat dan akan meningkatkan kualitas kerjamu. Seseorang yang “Grow Up” dibulan Ramadhan akan bekerja lebih teliti bukan karena dipantau atau takut kepada atasan, tapi karena tanggung jawab kepada sang Pencipta Allah ﷻ

Pastikan nutrisi untuk si sibuk terpenuhi

Bagaimana untuk tetap memastikan kebutuhan nutrisi kalian terpenuhi dengan banyaknya aktifitas ibadah dan pekerjaan yang akan menguras energimu ?. Pastikan bahwa kamu memakan makanan sahur dengan kualitas yang baik, konsumsi protein lambat serap dan serat (seperti gandum, kacang-kacangan, atau protein hewani lainnya). Dengan protein inilah akan menjaga kestabilan energimu. 

Pastikan kebutuhan cairanmu juga terpenuhi, jangan sampai dehidrasi parah. Minum air putih dengan pola 2-4-2 (Saat berbuka, malam hari dan sahur) minimal 8 gelas perhari. Jangan terlalu banyak mengkonsumsi minuman dingin, seperti es dan lain sebagainya. Ini adalah bentuk menjaga suara agar tetap fit saat membaca Al Qur’an. 

Mengoptimalkan 10 malam terakhir (The Finishing Sprint)

Di 10 malam terakhir, saat orang lain mulai sibuk memikirkan baju baru untuk lebaran nanti, mereka yang ingin benar-benar Grow Up akan menambah kecepatan. Lailatul Qadar adalah kesempatan untuk “lompatan pertumbuhan” senilai 1000 bulan. Untukmu sipaling sibuk, kamu tidak harus 24 jam dimasjid jika ada perkerjaan dipagi hari yang harus diselesaikan. Kamu bisa datang kemasjid setelah isya, fokus ibadah sampai subuh dan istirahatlah secukupnya, lalau langsung berangkat bekerja. 

Kurangi screen time hiburan, ganti hal hal tersebut dengan mentdengarkan ayat ayat indah Al Qur’an saat di perjalanan, dikantor, saat bekerja dan lain sebagainya. Ini adalah final project dari “Grow Up” Ramadhanmu ditahun ini. Ingat selalu pesan Nabi dalam sabda beliau : 

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari & Muslim). 

Selamat bertumbuh di Ramadhan 1447 H. Jadikan kesibukanmu sebagai ladang berbuat kebaikan, bukan sebagai penghambat pertumbuhan

More Posts

Melihat Pesantren Lebih Utuh

Pesantren seringkali menjadi perbincangan publik. Sayangnya, belakangan ini yang terdengar bukan dari hal positifnya seperti prestasi santri atau kisah inspiratif tentang pendidikan di dalamnya, tapi

Kirim Pesan