Menghina kalam Ilahi! telah diketahui bersama,jagad maya di gemparkan dengan adanya cuplikan video yang memperlihatkan adanya tantangan untuk melantunkan hafalan Al – Qur’an yang berhadiah miras.Berikut kronologinya, Video tersebut memperlihatkan seorang perempuan yang tengah menghadiri festival musik The Sounds Project. Dalam video, perempuan itu terlihat berada di depan booth Newport dan melafalkan Surah Ad-Duha untuk mengikuti sebuah tantangan.Setelah menyelesaikan hafalan surat tersebut, perempuan itu disebut berhak mendapatkan minuman beralkohol secara gratis. Suasana di sekitar booth kemudian terdengar riuh dengan tawa dan teriakan.
Seorang perempuan yang berada di sekitar booth kemudian menanyakan minuman yang diinginkan setelah tantangan tersebut selesai.“Temannya mana, temannya yang membacakan surat tadi (Surat Ad-Duha) mana?” kata perempuan dalam video.“Mau apa, mau apa temannya? Pesen,” sambungnya.Video tersebut kemudian menyebar di media sosial dan memicu reaksi keras warganet. Berdasarkan informasi yang beredar, video mulai ramai diperbincangkan pada Senin (10/8/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.
Konten tersebut sebelumnya diketahui berasal dari akun media sosial Newport dengan nama pengguna @newport.tanpabatas. Akun tersebut kemudian menjadi sasaran komentar warganet yang mempertanyakan penggunaan hafalan Al-Qur’an sebagai bagian dari promosi minuman beralkohol (Sumber:Mozaik Islam).Kecaman terhadap perbuatan tersebut dari pihak Islam semakin banyak baik dari masyrakat ataupun ormas bahkan MUI,dan sudah sepatutnya perbuatan itu dikecam serta dikenai hukuman berat karena telah terbukti merendahkan kitab suci
Al – Qur’an yang mulia dan agung ini.
Tentang surah yang dijadikan jawaban atas tantangan hafalan Al – Qu’ran Adalahsurah Ad – Dhuha,surah tersebut merupakan pelipur kesedihan baginda Nabi Muhammad SAW.Bagaimana itu bisa terjadi diera sekarang,ada secuil manusia yang menjadikan surah tersebut sebagai alat tukar untuk mendapatkan miras yang jelas diharamkan Allah SWT.Dan yang sudah tertera dalam Al – Qur’an?Telah Nampak pada diri orang tersebut sosok manusia pembangkang dan minim moral serta penghormatan terhadap kalam Ilahi.Mari kita melihat kembali tentang Surah Ad – Dhuha itu,dalam web tafsiralquraniddisebutkan bahawa Surah Ad-Dhuha merupakan surat yang ke-93 dari 114 surat dalam Al-Qur’an dan terdiri dari 11 ayat. Surat ini diturunkan di Mekkah – tepatnya sesudah surat Al-Fajr – atau lebih dikenal dengan istilah surat Makkiyah. Nama ad-Dhuha diambil dari kata yang terdapat pada ayat pertama, yang artinya “waktu matahari sepenggalahan naik(Safwat al-Tafasir).”
Secara umum, surah Ad-Dhuha menerangkan tentang pemeliharaan Allah swt terhadap nabi Muhammad saw yang tidak pernah terhenti walaupun sekejap, menepis anggapan kaum kafir Quraisy yang menuduh beliau telah ditinggalkan Tuhannya, larangan berbuat buruk terhadap anak yatim dan orang yang memintaminta serta perintah Allah swt kepada nabi saw supaya mensyukuri segala nikmat.Sebagaimana mayoritas surat Al-Qur’an, surah Ad-Dhuha juga memiliki peristiwa yang melatarbelakangi turunnya (asbabun nuzul). Ada banyak riwayat yang menyebutkan tentang peristiwa-peristiwa tersebut. Semua riwayat itu mengerucut pada satu kondisi, yakni kegundahan nabi Muhammad saw akibat terhentinya
Menurut Quraish Shihab, ketika surah Ad-Dhuha turun dikisahkan bahwa nabi saw bertakbir karena senang dan gembira. Dari pengamalan beliau inilah, para ulama menganjurkan agar setiap selesai membaca surat ini dan surat-surat yang tercantum dalam Mushaf sesudah ad-Dhuha agar bertakbir pula, baik pembacaan tersebut dalam shalat, maupun di luar shalat (Tafsir Al-Misbah [15]: 325).
Namun riwayat nabi saw bertakbir tersebut tidak bisa dikatakan sahih, karena hadisnya dhaif. Hal ini telah disampaikan oleh Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir alQur’an al-Azim dan Imam asy-Syaukani dalam Fath al-Qadir. Meskipun demikian, jika kita merujuk pada peristiwa kegundahan nabi Muhammad saw, maka suatu hal yang wajar seandainya beliau bertakbir ketika wahyu kembali datang sebagai bentuk kegembiraan.
Menurut penulis, surah Ad-Dhuha merupakan kabar gembira dari Allah swt kepada
Nabi Muhammad SAW yang begitu merindukan kedatangan wahyu, bahwa segala
kegelisahan dan kegundahannya selama ini tidaklah benar. Melalui surat ini Allah
swt ingin menegaskan bahwa diri-Nya tidak pernah membenci, melupakan, atau
meninggalkan Nabi SAW.
Dia senantiasa membersamainya tanpa henti.Setelah mengetahui penjelasan di atas,kita sebagai umat Nabi Muhammad SAW.Sangat begitu terpukul serta marah terhadap perilaku menyimpang,menentang serta merendahkan kedudukan Al -Qur’an.Dari segi manapun tindakan tersebut tidak daapat dibenarkan,oleh karenanya pihak berwenang harus menimpaakan hukuman yang tegas dan tanpa belas kasihan.
Lalu mari kita merefleksikan diri masing – masing jangan – jangan dalam keseharian kita melakukan hal yang sama tapi beda bentuknya,misal dalam Al –Qur’an menyuruh kita untuk menegakkan sholat tapi,kita tidak serius untukmenjalankannya.Lebih memilih tetap melanjutkan kegiatan padahal adzan sudah berkumandang,mengabaikan perintah Al – Qur’an memilih kesenangan dunia yang sesaat.Kalau dilihat dari segi keumuman,antara kejadian viral tersebut dengan kegiatan yang mengampangkan perintah sholat.Sebenarnya sama hanya beda bentuknya,Sama – Sama cuek denga nisi Al – Qur’an.
Menyambung lagi terkait perilaku tak bermoral terhadap Tuhan Sang pemberi Wahyu pada Nabi -Nya.Setelah video itu diketahui dan polisi bergerak cepat akhirnya 2 pelaku yang ada kaitannya terkait kejadian tersbut berhasil ditangkap,berikut perkembangan kasusnya. Jakarta, CNN Indonesia —
Aparat kepolisian menahan dua dari empat tersangka kasus dugaan tindak pidana terhadap agama dan kepercayaan terkait tantangan (challenge) hafalan surah AlQur’an dengan hadiah minuman keras di salah satu booth festival musik The Sounds Project yang digelar di Ancol, Jakarta Utara akhir pekan lalu.
Dua tersangka itu ditahan di Rutan Polda Metro Jaya mulai Kamis (13/8). Dua
orang yang ditahan itu yakni REK selaku pemandu acara atau MC dan AK selaku
pembuat tantangan.
“REK dan AK ditangkap pada Rabu, 12 Agustus 2026, setelah penanganan perkara dilimpahkan dari Polres Metro Jakarta Utara. Keduanya telah ditahan selama 20 hari di Rutan Polda Metro Jaya terhitung mulai hari ini,” kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin dalam keterangannya. Iman menyebut untuk proses hukum atas dua tersangka lainnya juga masih terus berjalan. Namun, ia menyatakan polisi belum memutuskan untuk menahan dua tersangka lainnya tersebut.
Dua tersangka itu ialah I selaku pembuat tantangan dan M sebagai pihak yang tampil serta melafalkan surah Ad-Dhuha melalui pengeras suara.
Dalam perkara ini, para tersangka dijerat dengan Pasal 300 dan/atau Pasal 301 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.
Perhari ini,ada dua aksi bela Al qur’an,dari pihak DPC PPP dan FPI.Semoga hukuman benar – benar membuat pelaku tersebbut jera dan tidak ada pengulangan kasus yang sama.Kita sebagai muslim harus benar – benar siap siaga untuk membela agama Allah SWT.Apapun keadaannya,baik dalam keadaan mayoritas maupun minoritas.
Dahulu orang – orang kafir itu takjub denga isi Al – qur’an dan bahkan mereka mengakui bahwa kitab tersebut bukan karangan manusia,tapi anehnya diera sekarang, dengan mudahnya Al – Qur’an dibuat bahan candaan.Abu Lahab bisa kaget kalau missal masih hidup diera sekarang,mari untuk tetap waspada dan siaga untuk membela kalam Ilahi.
Sebelum berakhirnya untaian tulisan ini,saya sisipkan puisi indah untuk surah Ad –Dhuha
UNTUKMU, AD – DHUHAKU
Kamu bukan sekedar surah yang di hafalkan
Kamu merupakan bukti nyata
bagi setiap insan yang sedang putus harapan
Cukup seseorang memahamimu
maka orang itu Kembali mendapatkan harapan
Kamu Adalah rumah bagi setiap orang yang beriman
Untukmu Ad – Dhuhaku…..
▬ REGA OKTAVIAN H



